Pages

Minggu, 02 Agustus 2015

GUA BELANDA DAGO PAKAR BANDUNG

WISATA BANDUNG 
GUA BELANDA dan GUA JEPANG ^^


Hello ...
Good Morning Everyone..
Sabtu kemarin tanggal 01 Agustus 2015, Saya dan teman saya pergi ke Gua Belanda yang terletak di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, yep.. that's right BANDUNG My Man..

Kota Seribu Cerita, tempat para pencari kerja melepas penat di sini.. >.<

Taman Hutan Raya Djuanda atau lebih dikenal oleh masyarakat setempat (dan saya juga) sebagai Dago Pakar adalah sebuah hutan kota yang berjarak sekitar 3 Km dari terminal Dago. Tahura Djuanda berada di ketinggian 800 sampai 1350 M di atas permukaan laut, apabila kamu ingin merasakan keheningan dan kesejukan udara sambil melihat beberapa peninggalan masa penjajahan Belanda dan Jepang di sinilah tempatnya.

Harga tiket masuk kesini satu orangnya Rp. 11.000,00 untuk wisatawan lokal, untuk wisataan asing  Rp. 76.000,00

tapi, sewaktu saya masuk, harga tiket berdua adalah 27.000,00, itu artinya ada Rp. 5.000,00 yang entah untuk apa peruntukannya, katanya sih parkir, tapi saat saya pulang, eh parkirnya ditagih lagi -_-a


Tahura Djuanda menyimpan beraneka macam tumbuhan, diantaranya ialah pohon Pinus (Pinus merkusii), Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Bambu (Bambusa sp.) dan berbagai jenis tumbuhan bawah seperti tumbuhan Teklan (Euphatorium sp.), kayu Manis dan lain sebagainya. Selain itu terdapat berbagai jenis binatang yang tinggal di dalamnya antara lain Musang (Paradoxurus herma paproditus), Tupai (Callosciurus notatus), Kera (Macaca insularis) serta berbagai jenis burung seperti Kepondang (Oriolus chinensis), Kutilang (Pycnontus caferaurigaster), Ayam hutan (Gallus gallus bankiva) dan beberapa spesies lainnya.

Oh iya, disini juga banyak sekali monyet.. BUANYAK.. dan mereka dibiarkan liar begitu saja, tak sedikit pengunjung yang dibuatnya gemas, mereka memakan apapun.. seperti jagung, kacang dan lain-lain.

Gua Belanda
Belanda membuat terowongan ini untuk keperluan saluran air bagi pembangkit listrik tenaga air pertama di Indonesia yaitu PLTA Bengkok. Namun pada perkembangannya, air untuk pembangkit listrik kemudian disalurkan menggunakan pipa-pipa besar, sedangkan terowongan yang membelah bukit tersebut digunakan untuk kepentingan militer khususnya sebagai pusat telekomunikasi.



Sekedar tips, untuk masuk ke Gua Belanda kamu harus bawa senter (hape sekarang punya banyak senter canggih kan?)

karena kalau sewa biayanya Rp. 20.000,00 (dua senter) 
kalau ingin meneruskan ke Curug Maribaya, Curug Koleang dan lain-lain..
kamu bisa jalan kaki kir-kira 10 Km, kalau takut capek, kamu bisa naik ojek biayanya Rp. 50.000,00 satu kali balikan (harga mungkin bisa di nego tapi sedikit ^^)


selamat berlibur kawan ^^




0 komentar:

Posting Komentar