Setelah menikmati Singapura, saatnya menjelajah Phuket Thailand, kenapa Phuket?
Saya ngiler liat pantai Patong yang berpasir putih, dan memang kepinginnya mencoba datang ke Thailand, bukan ke Bangkoknya yang notebene pasti semua orang kesana buat pertama kali.
Nah, dari Singapura ke Phuket memakan waktu kurang lebih 2 Jam, sesaat sebelum mendarat di Bandara Phuket, dari atas sudah terlihat banyak big boat dan speed boat wara-wiri mengelilingi pulau-pulau kecil, atau kepulauan phiphi.
Nah, phiphi island itu pulau-pulau kecil yang sangat indah, jaraknya berdekatan satu sama lain dan sangat fenomenal, maya bay salah satu pulau yang ada di situ pernah dipakai syuting film hollywood “The Beach” yang dibintangi mantan artis idola saya, Leonardo Di Caprio ^_^
Ada juga, pada tahun 70an, film ngeHits lainnya pada zamannya James Bond! Yang judulnya :The Man With The Golden Gun. Hihi saya bela-belain nonton film jadul ini, untung ada di Hardisk External khusus Film. Walhasil pulau-pulau ini dipakai sebagai ajang untuk promosi Thailand Tourism juga.
Saat pertama mendarat, kesan saya terhadap Bandara Phuket yaitu :Biasa Saja.
Serius.
Jauh berbeda dengan Changi Airport :p (yaiyalahhhh...)
Tapi lumayan, ada wifi gratisnya hehhe.. update location on Path duluuu...
Di Bandara ini juga, seperti biasa ada Konter yang menjual Kartu Perdana Kuota dari “True Move” dapatnya sekitar 2GB dengan harga Kartu plus Kuotanya 1200 baht (sekitar Rp. 48.000), ada gratis telp 50 menit dan 20 sms katanya.
Akhirnya saya dan suami memutuskan beli satu saja, karena kami ada modem wifi, entah mengerti atau tidak (yang jual ga bisa bahasa inggris), semua yang beli sukses bisa internetan ria, lah saya pas dipasang di modem malah gak bisa. Apes deh, dan ini ketahuan saat perjalanan dari Bandara ke Hotel.
Dari Bandara Phuket ke Patong, tidak ada Bus, sewaktu baca di Internet katanya ada Bus eh pas kenyataan di Lapangan, banyak bapak-bapak disana yang tidak tahu. Ada juga yang bilang itu Bis beroperasinya ada jam-jam tertentunya, bahkan ada yang bilang tidak ada Bis.
Daripada kita bergantung pada harapan palsu, akhirnya kami memutuskan untuk naik kendaraan semacam mobil minibus, yang muat 8-10 orang itu lho. Dan biayanya cukup mahal 550 baht perorang dan ada airpot taxnya 100 baht perorang.
Enaknya, kami diantar sampai ke Hotel tempat kami menginap J
Di perjalanan jalannya relatif lengang dan hijau, sesekali terlihat rumah penduduk, waktunya cukup lama sampai-sampai kita bisa tertidur di perjalanan. Oh iya minibus ini satu kali berhenti di suatu tempat seperti agen tour and travel , biasanya disini kita ditawari paket-paket wisata, tapi muahaaaal sekali, jauh dari informasi yang saya dapat di internet, akhirnya setelah menolak secara halus, kami diperbolehkan naik ke minibus lagi. Saran saya, please jangan diambil karena tidak bisa ditawar.
Setelah hampir 3 jam lebih, akhirnya kami tiba tepat di depan Pintu Hotel yang telah jauh-jauh hari kami booking sebelumnya. Nama hotel tempat kami menginap adalah Tanawan Phuket Hotel. Gak ngerti juga kenapa namanya begtu, padahal lokasinya da di daerah Patong haha.
Tapi ini serius, saya puassssss sekali nginep disini, aksesnya gampang, cuman 15 menit ke Pantai Patong, di pinggir jalan, petugas hotelnya jago berbahasa inggris, walaupun pas pertama ngecek bookingan, itu lama sekali karena bookingnya lupa pake alamat email saya or suami, dan waktu itu yang nanganin ga ngerti-ngerti amat bahasa inggris.
Harga kamar di Tanawan ini satu malamnya via bookingan online selama 3 hari Rp. 981.000.
Kamarnya so lovely cocok buat sama pasangan, first impressions is GOOD!l
Ada balkon juga untuk menjemur pakaian atau sekedar nongki-nongki cantik. Pas pertama buka balkon, kita bakal disuguhi pemandangan jalan raya patong yang jarang sepi, selalu ramai berapapun jamnya.
Setelah beristirahat sebentar, kami langsung berjalan menuju pantai, enaknya di sebelah Hotel ada 7eleven, atm, jajanan.. kumplit plit..
Dan yang paling dirindukan dari Phuket adalah jajanan buahnya.. buah tropisnya beda sama di Indonesia. Hiks kangennnn...
Tibaalahhh di pantai pasir putih Patong :D
Wawww...
Speechless..
Ada kejadian ga ngenakin yang nguras kantong nih, setelah main-main di pantai jadinya kan kelaparan, niat nyari-nyari makan sekitaran Patong, akhirnya kita kena bujuk rayu restoran Palestina yang menurut saya sepi sih. Tapi ay kerayu jadi gimana lagi.
Oh iya, tipsnya guys, kalo ada yang nawarin makanan halal orang-orang palestina arab-arab gitu jangan tergoda ya, saya pernah tergoda dan rugi besar. Makanannya tidak enak dan harganya mahal, pokoknya selalu liat pricelist.
Dan liat tempatnya rame atau tidak, jangan tergoda halalnya. Toh, orang phuket juga pasti jawab kalo ditanya kehalalan suatu produk.
Setelah itu kita balik ke Hotel untuk magrib dan isya, lalu berburu paket tour phiphi island.. yuhuuuuu
