Pages

Senin, 28 Desember 2015

Singapura, Malaysia, Thailand Part II

Jungceylon Mall Phuket

Hello...

Setelah postingan sebelumnya yang membahas budget ke Singapura ala backpacker, sekarang setelah saya transit selama 22 jam di Singapura tujuan selanjutnya adalah.. jeng..jeng.. Yup, Phuket Town :D

Perjalanan Phuket - Singapura memakan waktu hampir sama dengan Jakarta - Singapura ya kurang lebih satu jam lebih tigapuluh menit. Sesaat sebelum mendarat di Phuket, dari atas sudah terlihat Phiphi Islands yang terkenal itu lho, tempat syutingnya pacar eh mantan saya, Leonardo di Caprio muehehehhe. Setelah sampai di Bandara Phuket yang tidak terlalu besar dan ramai, kami segera mencari minibus untuk selanjutnya menuju hotel tempat kami menginap. Minibus ini rata-rata harganya 200 baht atau sekitar Rp. 80.000/orang. Setelah menaiki minibus bersama penumpang lainnya, di tengah perjalanan kami berhenti dan parkir di suatu tempat, semua diharuskan turun dari minibus, kami menuju sebuah kantor dan disambut oleh perempuan yang mengajak kami duduk di sebuah meja kerja dan dia mulai promosi. Oohh mirip travel agen toh, saya kira apa disuruh turun begini. Saran saya guys, kalo kita ditawarin begini jangan mau, karena tour phiphi islands disini mahal bisa sampai 3700  baht atau sekitar Rp. 1.480.000 wiiwww...

Lalu akhirnya dengan halus kami berdua menolak, dia menakuti kalau di travel agen lain biasanya mahal, wew memangnya saya ga searching dulu apa sebelum kesini heheh.

Setelah kembali ke minibus, kami melanjutkan perjalanan lagi FYI dari Bandara Phuket ke Hotel kami menginap di Patong bisa memakan waktu kurang lebih satu jam tigapuluh menit.
Kami menginap di Tanawan Phuket Hotel yang berlokasi tidak jauh dari pantai Paton.


Tanawan Phuket Hotel kami pesan via Agoda setelah melihat review tentang hotel ini cukup bagus, dan memang tidak mengecewakan ^_^

Kamar yang kami pesan ini selama tiga hari hanya Rp. 900.000 saja, dengan kualitas yang ajib, ada breakfast pula bisa hemat makan hihi, dan yang paling penting buat kamu yang muslim, makanan disini halal kok ^_^

Hari pertama dihabiskan dengan istirahat dan sorenya berjalan-jalan ke Patong Beach yang hanya 10 menit ditempuh dengan berjalan kaki.
disana ada pejual rujak seperti di Indonesia, bedanya ada pelengkap ikan teri jadi asem gurih krenyess gitu di mulut.
Penjual Rujak yang pake ikan teri

Pantai Patong sore-sore







Harganya murah guys, cuman 40 baht aja sekitar Rp. 16.000.

Dan akhirnya kami sampai di Pantai Patong, yang bener-bener mirip Legian di Bali. Sebagai Orang Indonesia kita patut berbangga diri nih.

Semakin jauh kita travelling, semakin bersyukur loh, kita diciptakan sebagai Warganegara Indonesia yang kekayaan alamnya sangat melimpah. Gunung yang indah banyak, Pantai yang indah apalagi.

Semakin kangen Indonesia loh dijamin hehe.

Pantai Patong pasirnya sangat putih dan empuk seperti biasa banyak bule-bule sedang berenang dan bercengkrama.
























Pantai Patong dekat dengan Bangla Road yang makin malam makin rame, banyak petunjukan-pertunjukan lady boy yang bayarnya menurut saya mahaaal.. Jadi, kalau mereka narik-narik minta foto, kita harus bayar sesudahnya, makanya kalo gapunya uang banyak jangan mau ya.

Karena sudah lama berjalan-jalan, tak terasa perut keroncongan, jadilah kami mencari makan.

saran nih buat kalian, kalau nyari makan jangan di tempat yang ramai biasanya mahal.
Dan itu terjadi pada kami, tergiur oleh si pedagang yang bilang "halal" dan dia juga orang pakistan, kami masuk ke sebuah restoran yang menurut kami sepi.

Sumpah ya, itu makanan mahal dan kurang enak, tidak sebanding dengan harga.

eh pas bayar bill, kami bayar sampai 550 baht untuk sekali makan berdua.

haduhhhh...





Okelah, itu pelajaran yang benar-benar berharga. Setelah makan, kami lanjut ke Mall Jangceylon yang di basementnya menjual barang-barang murah.

Ada jersey KW Thailand loh yang sering digemborkan di twitter atau penjual online jersey lainnya hihi ^_^

semuanya murahh murahhh...


Ada harga ada kualitas sih, tapi dengan tawar menawar yang sadis, dapat harga murah juga buat celana muaythai dan kaos muaythai .


Nah, sekarang saatnya mencari agen tour ke Phiphi Island di sekitaran Bangla Road.

Banyak banget sih tapi sesuai referensi teman dan baca-baca di internet, katanya kalau sama orang India bisa lebih murah tournya.

Setelah muter-muter mencari dan gak ada yang cocok ama harga.

akhirnya sampai juga kita di sebuah kios, disana harganya coccok dan relatif murah. biasanya mereka nawarin harga yang edan-edanan, tapi disini kita harus pintar nawar dan menanyakan apa saja fasilitas yang kita dapat, saya pilih tour phiphi island menggunakan speedboat bukan bigboat, karena speedboat bisa menepi ke pantai kalau bigboat gak bisa, hanya berada di kejauhan saja, dalam tour ini kita juga nanya apa dapat makan atau tidak, destinasi mana saja yang bisa menepi, pokoknya harus detail/ setelah cocok, akhirnya kami sepakat memakai agen tour ini dan membayar 1700 baht per orang sekitar Rp. 680.000. termasuk dijemput dari hotel tempat kita menginap dan diantar lagi ke hotel. kami memilih one day tour dari pagi hingga sore.

Wah sudah tidak sabar menunggu hari esok yay!

Selasa, 22 Desember 2015

SINGAPURA, MALAYSIA, THAILAND

Honeymoon 3 Negara

 – Singapura –

Dipikiran kalian pasti deh bakal bilang begini “wihhh 3 Negara? Pasti mihil” atau “buang-buang uang.” Atau “kereeennn..” atau ahh banyaklahhh, tapi nih saya kasih tau nih caranya.
Berbekal tiket yang dibeli jauh-jauh hari sebelum pernikahan, dan Alhamdulillah tiketnya murah hihi, kami berdua berencana untuk  dan menjejakkan kaki (cie elahh..) di tiga Negara dengan budget yang ditekan semurah mungkin.
Berhubung sang suami sudah pernah ke dua negara lainnya (Singapura dan Malaysia), dia jadi semacam travel guide buat saya yang bener-bener buta mata hati  masalah going abroad.
Tapi, urusan Negara ketiga, Thailand,  saya jagonya heheheh.. eh bukan-bukan, saya belum pernah ke Thailand, cuman suka sama drama Thailand, ya lumayanlah pengetahuan tentang tom yam ama thai tea mah apal ^_^ bahasanya dikit-dikit hapal lah, sawadeeekaaa :D itu doang sih..

Siap Berancusss

Oke lanjut, kami memakai maskapai tiger airways, dengan penerbangan pada pukul 11.23 WIB. Dan memilih transit di SINGAPURA (jeng..jeng..) selama 22 jam. Harga tiket pesawat Jakarta – Singapura – Phuket perorang  Rp. 645.000 dikali dua saja ya, ini tanpa bagasi yah, soalnya kami berdua bawa carrier saja. Kami berangkat dari Jakarta, it means ada uang transport juga dari Bandung ke Jakarta dan dari Jakarta ke Bandara. Transport berdua dari Bandung ke Jakarta jika memakai travel Rp. 65.000 masing-masing, lalu dari Jakarta ke Bandara memakai Bus Rp. 40.000,- dikalkulasi tuhh udah total Rp. 1.500.000.
Kami akhirnya terbang dengan nyaman, oh iya saya dapet voucher juga dari Tiger Airways sebesar $ 40 dollar singapura, lumayan kan? Vouchernya bisa dipake di dalem terminal di Changi Airport.
Penerbangan dari Jakarta (CGK) ke Singapura (SIN) hanya berlangsung sekitar 1 jam 20 menit, cepet ya, wusshh soalnya tanpa macet sih, jujur ini pertama kali saya naik pesawat jadi sedikit kampungan juga, banyak terlintas di memori pokoknya yang serem-serem, jadi jatohnya di perjalanan takut gitu tapi hikmahnya adalah mendekatkan diri kepada Ilahi, secara gitu di pesawat komat kamit mulu hehe..
Ketika pesawat menjejakkan kaki di Singapura, hal yang terlintas adalah, HAUS. Dan untungnya di Changi Airport banyak spot-spot yang menyediakan air siap minum dan GRATISSSSSS. Ibu-ibu kan suka tuh yang gratis, ada cool water ada juga hot water.
Pertama kali liat Changi, langsung dalam hati bersyukur “Alhamdulillah nyampe Changi Airport, dulu pas kecil Changi Airport saya beli tuh”. (di games Monopoli) ^_^ banyak sekali spot di Singapura yang bisa kita eksplor, pertama kali sih saya ngeksplor air (soalnya kebutuhan primer) dan WIFI (kebutuhan primer anak muda di jaman kekinian).
Banyak spot WIFI gratis nih di Singapura, tiap level (lantai) ada WIFI, karena kita cuman transit, ga disia-siakan toh eksplor singapura pake Singapore Tourist Pass, apa sih Singapore Tourist Pass (STP) ini, STP ini merupakan Kartu yang kita beli dan bisa digunakan untuk hampir semua moda transportasi di Singapura, saya milih beli STP yang satu hari saja, kita bayar 20 dollar untuk satu kartu, tapi setelah selesai, nanti duit kita yang 10 dollar dibalikin, karena itu cuman deposit aja, jaga-jaga kalo kita kabur hehe..
Mari ngeksplor yang gratisan lageeee...

Meskipun standar, tetep dong pengen gaya di patung Singa, Marina Bay, dan Musium apa lupa namanya.

Singapore Tourist Pass saya ^^
Pake Timer

Liatin Merpati

Nahan Peruuuut (if you know what I mean)

Hmmm..

Akhirnya foto disini jugakkk

Setelah mau Maghrib, kami berdua kembali ke Changi Airport dan mengembalikan kartu STP dan mengambil depositnya, oh iya di Singapura magrib tuh masih terang benderang, makanya sebagai muslim, kita musti tau jadwal solat sendiri dan kiblat tentunya, banyak kok aplikasi di Playstore yang menyediakan. CMIIW
Sayangnya, Changi yang segede gaban itu ga ada tempat buat solat, sudah nanya ke Security dan kami malah ditunjukkan ke satu spot yang sepi dan tidak banyak orang lalu lalang, dan hey itu bukan mushala, ya kaya lorong kosong saja.
Huft.. akhirnya dengan dialasi kardus bekas, kami solat bergantian, untung bawa alat sholat J karena sudah memprediksi hal-hal seperti ini, tidak ada tempat senyaman Bandung wahai Walikota Bandung... 

Tuh Buktinya susah dapet tempat sholat, emperan pun jadi :)

Malam itu sisanya kami habiskan eksplor Changi berdua sampai kelelahan dan tiduran bergantian di emperan Changi, malu? Ngga tuh soalnya temennya yang tidur di emperan banyak.
Dan ini adalah hal teromantis yang suami lakukan, saya tertidur di pangkuannya, begitu juga dia. Kan gantian namanya jugaaa ^_^ 
Esoknya kami akan sarapan dan berharap voucher $ 40 bisa digunakan, tapi apa?! Gak bisa karena harus digunakan jam 10 siang, padahal pesawat kami take off jam 8.40. terpaksa deh makan di Mc Do**l bukan Mc Dodol ^^. Setelah sarapan kami siap mengeksplor Changi lagi. Gak habis-habis deh lidah berdecak kagum, coba di Jakarta begini ya. Semua internet dan games free, kita bisa juga nonton film selayaknya di Bioskop 21 ^^d
Game Favorit soalnya pake sensor gerakan kita sendiri, semacam nintendo WII tapi tanpa nunchuk, sensornya pake tangan


Akhirnya waktu mulai mepet daaann siap-siap ke Phuket ^^..
Total Biaya 1.500.000 plus 60 Dollar singapura jadi berapa tuh? Rp. 2.100.000 yaaa..

Bersambung













Rabu, 02 Desember 2015

Petualangan Baru Itu Bernama Pernikahan

Pernikahan adalah sesuatu yang pasti diidamkan hampir seluruh umat manusia, kenapa saya berbicara hampir seluruh? karena sebagian kecilnya lagi tidak percaya kepada lembaga pernikahan. Bisa jadi karena trauma atau hal lainnya.

Dan tibalah saat itu, saat saya harus melalui fase pernikahan yang sakral.
Pernikahan di usia 23 tahun,  usia yang menurut sebagian orang tergolong muda. Keputusan ini bukan dibuat dengan mudah, tapi dengan izin Alloh semuanya terjadi begitu saja.

Hal yang paling mendasar saat saya dipertemukan dengan jodoh saya itu, sepak bola, ya Persib salah satu klub dengan suporter terbanyak dan tersolidlah yang mempertemukan kami berdua.

Masa perkenalan kami yang lumayan singkat, November 2014 kami kenal, saat Februari 2015 kami memutuskan untuk saling mengenal lebih jauh, Mei kami melangsungkan pertunagan/lamaran, dan akhirnya tanggal 7 November 2015 adalah momen sakral kami terjadi ^_^


Perbedaan jelas ada, perbedaan pendapat, perbedaan umur, perbedaan jenis kelamin, eh .. pastinya selalu ada perbedaan diantara umat manusia, kalau sama ya pasti membosankan ya..

"karena pernikahan adalah bagian dari petualangan panjang yang akan kita tempuh."

Bagi yang sekarang sedang ingin menikah, akan menikah, atau baru menikah, setiap pernikahan tidak akan pernah selalu mulus, pasti akan ada batu kerikir, batu besar, batu apung heheh (asal jangan batu akik ya..) yang mewarnai perjalanan panjang ini, ibarat pernikahan itu sebuah kapal, jika kapal itu bocor, jangan panik, yang harus kita lakukan adalah tetap membuatnya terapung dan tidak tenggelam.

ini apasih jadi nyeramahin, orang nikah aja belum satu bulan ^_^
Setelah menikah, sedikit kaget ketika terbangun di pagi hari, ada seseorang di samping kita, masih tidak percaya setiap malam selalu mendengar dengkuran merdunya. Serta kewajiban-kewajiban lain sebagai isteri, memasak sarapan di pagi hari, membagi tugas membereskan rumah, belanja bersama di eswalayan (meskipun poin belanja ini suka dilakukan  di masa pacaran), tetap saja rasanya berbeda setelah menikah.

Dan ketika pasanganmu jauh darimu barang beberapa hari saja, dengkurannya lah yang kamu rindukan, hal-hal yang paling jorok dan membuat kita jengkel adalah hal pertama yang kita rindukan dibandingkan hal-hal romantis yang pernah dia lakukan, menurutku sih, karena opini orang pasti berbeda.

ini sebenernya bahas apa sih ya? random banget.. pokoknya pernikahan itu amazing sekali. Apalagi bulan madunya.. Well, saya dan suami memilih bulan madu ke Singapore, Thailand, dan Malaysia yang akan saya ceritakan di blog ini juga ^_^ cekidot ya

pokoknya pernikahan itu menyempurnakan agama deh :D

and...Muhammad Irwandi you complete me ..

Naik Naik Ke Puncak Gunung Burangrang

Mendaki Gunung Burangrang 

Fiuhhh.. update update blog

Hai meet me again, hope you not bored at all ya :)
kali ini saya mau share pengalaman saya mendaki Gunung Burangrang, well Gunung ini terletak di Cimahi dengan ketinggian 2.050 Mdpl.

Biasanya , dengan tinggi yang tidak terlalu tinggi, gunung ini kebanyakan dijadikan "pendakian perdana" bagi para newbie, termasuk saya.
this is the first time I climb the mountain.

well, sangat tegang, dan waswas secara, berat badan saya ini termasuk kategori gemuk, bukan kurus seperti cewek-cewek pecinta alam kebanyakan.
ini serius.
Tapi, karena mendaki ditemani yang sudah berpengalaman, maka setidaknya saya tidak terlalu takut, walaupun takut banget aslinya ^_^

Untuk pendakian, Saya, dan kedua teman memilih Jalur Legok Haji atau Cisurupan Cimahi, karena pada saat itu jalur komando ditutup.
melewati jalur ini tak seindah bayangan saya, kami start Pukul 09.00 WIB.

Dengan jalur yang terus menanjak dan hanya sedikittttttt jalur datar, saya tak terhitung berhenti berapa kali hehehhe..
Jadilah pendakian ini berlangsung selama 8 jam, yup memalukaaaann...
katanya orang-orang biasanya mendaki selama 4-5 jam saja, maafkan saya ya teman-teman maklum gendut :( hiks..



Photo penampakan saya yang baru mencapai puncak >.<

Dan pas sampai di puncak, saya tidak melihat wanita gendut lainnya kecuali saya, kalau pria sih banyak ya, ya ada kebanggaan tersendiri lah hihihi.. *ketawa setan*

saat sampai di puncak kami langsung mendirikan tenda di tempat yang lumayan luas, karena tugu burangrang itu, puncaknya hanya bisa didirikan dua tenda kecil saja, dan disana sudah terisi penuh.


mendirikan tenda ^_^

Waktu maghrib, tenda sudah beres, dan waktunya beristirahat di tenda setelah makan dengan nasi yang kurang matang tapi harus dimakan supaya tidak terkena hipotermia.

pengalaman pertama ini sungguh mengasyikan sekaligus mendebarkan, karena alam bisa mengajarkan kita saling tolong menolong dan solidaritas, salut untuk pecinta alam sejati yang solid!


Gunung Burangrang, menawarkan pemandangan situ lembang yang dulunya hasil dari letusan gunung purba.. yang sangat indah di pagi hari..

esok harinya kami turun jam 12.00 WIB dan membutuhkan waktu turun sekitar 1 jam lewat jalur yang sama saat mendaki, kenapa singkat? karena jalurnya menurun sehingga lebih mudah.

Persiapan turun gunung

jari-jari yang bulat

begitulah weekend sabtu-minggu saya..
akhirnya saya nagih naik gunung, semoga berat badan tidak naik lagi hemmm :p

selamat mencoba mendaki Gunung Burangrang :)